Senin, 23 September 2013

Posted by corona On 22.42

WEED YANG MENGERIKAN


     Peradaban Benua Versailles dimulai sekitar 1.008.000 tahun yang lalu. Ketika itu manusia, elf, dwarf, dan orc hidup saling berdampingan. Wanita dwarf dengan tangannya yang cekatan bertindak sebagai ibu asuh bagi bayi orc. Bayi orc dibaptis oleh wanita elf dan wanita manusia memandikannya pada air yang bersih. Keempat ras yang hidup berdampingan tersebut saling mengisi kekurangan mereka. Penjaga hutan elf mengumpulkan buah-buahan dari pohon, pengrajin dwarf membuat peralatan, dan pengintai manusia berburu bersama dengan pejuang orc. Saat monster-monster yang mematikan melimpah jumlahnya, yang lemah tidak memiliki pilihan lain selain mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup.
     Orc yang tumbuh dalam waktu 2-3 tahun merupakan pejuang yang sejati, terlahir dengan kekuatan yang tidak wajar dan memiliki naluri bertempur yang menjadi penopang bagi para elf dan manusia. Orc mengklaim kepemimpinan keempat ras karena kenyataan bahwa tiada ras lain yang mampu menandingi kesuburan dan keterampilan tempur orc. Namun, ketika manusia telah mengembangkan teknik pertanian, membudidayakan tanaman dan hewan, mereka mengambil alih rantai suplai makanan dan lambat laun mulai menentang kepemimpinan orc. Elf yang mempelajari elemental dan spirit magic yang beraliansi dengan alam menjadi arogan dan mulai menjauhkan diri mereka dari orc yang mereka anggap bodoh. Kurcaci sendiri memajukan teknologi pengolahan logam hari demi hari, yang mengawali genereasi baru persenjataan orc yang berani.
     Aliansi keempat ras dibubarkan setelah beberapa kali perselisihan tajam dan perasaan cemburu satu dengan yang lainnya. Ras manusia mulai membangun kota-kota, yang nantinya disatukan menjadi sebuah kerajaan di tanah yang subur. Ras elf pindah menuju ke "Forest of No Return" dimana elemen-elemen dan spirit memiliki efek yang lebih kuat dari sebelumnya, memperbanyak domain sihir mereka secara luas. Ras orc menyebar di seluruh tanah yang masih liar dan belum dijamah, berburu hewan liar dan tidak memikirkan peradaban seperti yang mereka harapkan, menikmati pertempuran yang tiada batas. Ras kurcaci tetap bersembunyi di pegunungan, menambang bijih mentah dan memoles keterampilan mereka. Mau tidak mau, ras manusia dan orc berebutan soal makanan yang langka, sedangkan ras elf dan kurcaci saling membenci satu sama lain dalam perebutan untuk memastikan keunggulan mereka di alam. Ini merupakan sejarah Benua Versailles, mitos terlupakan dari keempat ras.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

     Rumor tentang orang aneh yang tak dikenal menjalar seperti api ganas di dalam Citadel Serabourg. Cerita tentang orang buas yang mengayunkan pedang kayunya selama 4 minggu berturut-turut tanpa bicara pada manusia jerami di Training Hall.
     *Whuusss!**Buk!*

     Weed mengayunkan pedang kayunya dengan hening. Ia mennebas manusia jerami tanpa ampun. Setiap saat pedang kayu menebasnya, terdengar suara hantaman yang keras. Pada hari-hari sebelumnya, ia cukup puas dengan hanya menyerempet manusia jerami. Saat strength dan agility-nya terus bertambah, meskipun pedang kayunya telah mengumpulkan kekuatan.
   
     "Apa dia benar-benar seorang user?"
     "Apa dia memang manusia? Kecil kemungkinannya."
     "Bisa jadi dia NPC?"
     "Dilihat dari kemunculannya yang tiba-tiba ....."
     "Dia pasti NPC yang berhubungan dengan suatu quest!"

     Mata beberapa user mulai berkilau dengan antusias dan gerombolan user menawarkan makanan dan uang untuk merebut hati Weed, heran bila dia merupakan NPC pemberi quest.Terlalu gengsi diperlakukan sebagai pengemis, Weed menolak tawaran mereka, tetapi mereka tetap gigih.
     "Ayolah, ambil saja ini..."
     "Ada yang lain? Bilang saja, aku akan pergi mencarinya."
     "Bukankah pedang baja jelas lebih bagus daripada pedang kayu? Aku bisa memberimu sebuah pedang panjang, dan itu akan berguna bagimu."

     Mereka mengikuti di belakang Weed dengan harapan dia mungkin akan mengenalkan mereka pada suatu quest khusus. Mereka tidak tahu dengan pasti, meskipun Weed berulangkali membantah dirinya adalah NPC dan mengusir pergi mereka, dengan mengatakan bila mereka telah mengganggu latihannya. Anehnya, hal ini malah memperkuat keyakinan mereka bahwa ia adalah NPC.
     "Dia tidak menerima hadiah apapun."
     "Dia tidak hanya bisa memukul manusia jerami selama satu atau dua hari, namun selama 4 minggu berturut-turut?"
     "Dan ia juga merupakan teman dekat instruktor!"

     Instruktor yang selalu memandang rendah user sebagai gangguan, bersikap baik pada Weed, berlaku seperti membagi makan siangnya dengan Weed setiap hari. Bagi orang lain Weed tidak tampak seperti manusia. Satu-satunya cara untuk membedakan seorang user dengan NPC ialah ketika mereka keluar dengan identitas mereka. Inilah sebabnya mengapa Weed mengakibatkan kesalahpahaman diantara user lainnya.
     "Jika kamu bergabung dengan klanku, kami akan membantumu untuk menyelamatkanmu dari kekecewaanmu."
     "Kita akan mensponsorimu hingga kau mencapai level 100. Jangan khawatir."

     Royal Road memiliki konsep seperti klan ataupun guild seperti game yang lainnya, namun disanalah perbedaan besarnya. Menjadi emperor!

     Tujuan dari setiap klan dengan rankers tingkat tinggi adalah untuk menobatkan seorang Kaisar di antara mereka-untuk mendirikan kekaisaran mereka sendiri di Benua Versailles, dan menguasai semua makhluk yang berada di sana. Dengan pajak yang dipungut bulanan, penguasa feodal serta raja dapat membangun fasilitas yang penting seperti lumbung dan workshop blacksmith 'di kota-kota di bawahkekuasaan mereka, atau menawarkan uang untuk merekrut calon bawahan dan melatih mereka dengan baik.

     Mengingat seorang pemimpin yang mengelola urusan negara, ekonomi berkembang, teknologi makin maju. Inovasi teknologi mengakibatkan persenjataan yang dihasilkan oleh blacksmith menjadi lebih baik, dan besarnya kota akan tergantung pada keamanan umum dan sanitasi.

     Dalam meletakkan kebijakan nasional dan daerah dan mengatur hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, raja yang berada di puncak piramida masyarakat dibolehkan menggunakan wewenang yang lebih besar daripada orang lain. Raja mendorong kota-kota dan benteng-benteng untuk memperluas pengaruh mereka, menarik lebih banyak pendatang yang menjadi tunduk pada kekuasaan mereka. Selain urusan internal, terjadi juga peperangan. Apabila seseorang Raja menyatakan perang, maka bala tentara yang dipanggil oleh raja-raja yang ambisius akan berperang satu sama lain di bawah komando para jenderal.

Sabtu, 07 September 2013

Posted by corona On 21.32
PERMINTAAN INSTRUKTUR



            Awalnya Weed berjalan menuju ke air mancur dan mengisi kantong airnya dengan air, kemudian ia berangkat menuju ke toko patung. Hal ini merupakan pertama kalinya ia menelusuri jalanan yang dipenuhi oleh user dan NPC.
            “Kami memerlukan seorang cleric level 17 lebih.”
            “Hei, kawan! Kita akan menyerbu Gua Lasok. Ada yang mau bergabung bersama kita?”
            User banyak yang berada di jalan, namun tidak satupun dari mereka yang menoleh pada Weed. Weed pun tak terlalu memikirkannya juga. Berkeliaran di jalan dengan mengenakan pakaian pengelana, bahkan tanpa pelat pelindung dada, menjelaskan bahwa ia belum juga sesuai dengan keperluan minimum 4 minggu bermain sebelum dia dapat meninggalkan benteng kota.
            Diantara banyaknya toko yang buka di ibukota Kerajaan Rosenheim, toko patung mendapatkan posisi yang spesial. Sebagian besar petualang (Adventurer) biasa jarang yang dapat mengingat lokasinya karena tidak ada artinya bagi mereka. Hanya sangat sedikit user yang mempelajari seni patung bekunjung secara periodik. Namun toko patung berdiri tepat di sebelah toko perhiasan di jalan utama dan merupakan salah satu toko yang sering dikunjungi oleh wanita bangsawan.
            *Kliting-kliting (bunyi bel)*
Weed telah memasuki toko patung.
            “Selamat datang, ada yang bisa dibantu tuan?”
Si penjaga toko menyambut pelanggan baru dengan senyuman hangat, hingga ia melihat pakaian Weed. Pada saat itu, ia tiba-tiba mengubah nada bicaranya.
            Pandangan Weed menyapu isi toko hanya menemukan bahwa di sana tidak ada pelanggan lain kecuali dirinya . Sebuah bengkel kerja blacksmith atau toko grosiran selalu penuh dengan pengunjung, namun toko patung hanya dikunjungi sedikit pengunjung, itupun jika ada.
            Apabila dibandingkan dengan pendapatan harian, bagaimanapun toko patung tidak ketinggalan dengan bengkel kerja blacksmith. Dengan kata lain, toko patung menjual cindera mata yang cukup mahal.
            Weed mengatur kerahnya dan menjawab dengan sopan, “Saya datang kemari untuk menemukan sebuah jawaban dari pertanyaan yang sangat mengganggu saya, Tuan.”
            “Jadi kamu mau saya menjawabnya, tuan?’
            “Ya, Pak. Jika anda meluangkan waktu.”
            “Saya sibuk sekarang, silakan pergi.”
            Penjaga toko langsung menolaknya, kedengarannya sangat sebal. Ketika reputasi Weed nol, dan mereka tidak saling mengenal, si penjaga toko berhak untuk melakukannya. Weed tidak marah malahan ia tersenyum.
            “Ya, Pak. Saya akan mengunjungi anda nanti,” katanya.
            “Sampai jumpa,” kata penjaga toko.
            Weed berancang-ancang untuk menuju ke pintu. Lalu, dengan santainya ia memandang pada patung-patung yang dipajang.
            “Betapa megahnya!” seru Weed.
            “Kemegahan patung ini mempesona jiwaku. Apakah anda memasoknya ke lingkungan Kerajaan?”
            Penjaga toko tidak bisa tidak selain memperhatikannya.
            “Seni mana yang anda bicarakan tuan?”
            “Elang berkepala dua yang terbuat dari emas murni ini. Saya tidak berani menebak siapa ahli yang memahatnya, namun saya dapat merasakan kejelian dari pekerjaannya. Tak perlu diperdebatkan lagi keindahannya. Ini bernyawa, bahkan saya hampir mengira ini adalah elang betulan, saya merasa beruntung mengunjungi tempat ini. toko ini layak untuk item sekelas ini. Mereka telah membuka mata sederhana saya agar dapat menikmati keindahan surgawi yang turun ke bumi.”
            Penjaga toko menyadari dirinya tersenyum lebar.
            “Apakah anda tertarik pada seni patung, pengelana?“
            “Saya berani mengatakan iya- saya hanya ingin merasakan ketenangan pikiran dengan melihat patung yang luar biasa ini, dan jiwa saya haus akan sebagian kecil semangat yang menyala yang terkandung di dalamnya.”
“Kemari dan duduklah. Kau mungkin jadi rekan yang tepat untuk membangkitkan saya dari kebosanan.”
            “Terima kasih, Pak.”
“Secangkir teh?”
“Cukup dengan air madu dingin saja jika anda berkenan. Saya cukup puas dengan secangkir air dingin.”
            “Tentu! Pasti saya memilikinya.”
            Weed meminum air yang dicampur dengan madu oleh penjaga toko, yang menghilangkan kelelahan yang terakumulasi selama 3 minggu terakhir.
            “Sekarang beritahu saya apa yang sangat mengganggu pikiranmu?” kata penjaga toko.
            “Ya, Pak.  Maafkan saya untuk meminta tur singkat tentang patung-patung yang dipajang sebelumnya?” Saya mempunyai masalah yang memerlukan pertolongan anda, tapi hal ini tidak terlalu mendesak ketimbang menghibur jiwa miskin saya yang ingin melihat-lihat karya seni masterpiece ini,” kata Weed.
            “Anda bisa melihat selama yang anda mau. Bukankah esensi dari patung ialah menyenangkan siapapun yang menghargai nilanya?’
            Penjaga toko tersenyum simpul dengan pendapat Weed. Weed merasa bahwa ini telah cukup memenangkan perasaannya agar lebih terlihat bersahabat. Rute yang Weed tempuh tak bisa diterapkan pada toko lain. Ini hanya bekerja pada toko patung, yang jarang dikunjungi oleh publik dan jauh dari keramaian. Misalkan bila kita meminta untuk melihat-lihat berbagai macam item di toko grosir – beberapa detik kemudian kita akan ditendang keluar.
            Weed menikmati patung-patung yang dipajang di saat luangnya. Namun ia memiliki agenda tersendiri.
            ‘Aku meragukan bila seni memahat patung akan menghasilkan banyak uang.’
            Dari seluruh patung yang dipajang yang paling mahal seharga 30 perak. Patung yang berkualitas terbuat dari batu dan kayu langka, dan terlepas dari hasil pahatan yang mengesankan, bahannya sendiri bisa dibilang tidak mahal. Semuanya tidak lebih daripada pahatan kayu atau ukiran batu. Weed paham bila ia akan mendapatkan banyak uang jika bisa membuat patung singa raksasa ataupun patung perunggu, namun ia tidak dibodohi dengan  hal yang masih sangat jauh. Bangsawan macam mana yang mempunyai uang banyak dan bisa memesan patung baru setiap tahun? Ia perlu mencapai tingkat teratas dalam penguasaan patung agar dapat membuatnya dengan baik. Persaingan yang sedikit menjamin bahwa hal itu tidaklah memerlukan banyak usaha agar menjadi yang terbaik dalam bidang ini. Namun ceruk pasar patung masih terlalu kecil untuk diharapkan.
            Cara yang tercepat untuk membuat keuntungan adalah selalu menarget Pengguna lain sebagai konsumen potensial. Level mereka selalu naik dan mereka menuntut peralatan yang lebih baik dan sebagainya. Senjata yang bagus, perlengkapan kuat, gelang dan cincin yang memesona populer di antara pengguna, namun patung tidak terlalu bernilai bagi mereka kecuali dalam kasus tertentu.
            “Buang waktu juga buang-buang uang.”
            Tujuan utama bagi Weed ketika memulai permainan ini ialah setiap uang dengan huruf U besar. Dia memandang sekilas pajangan untuk terakhir kalinya dan menetapkan keputusannya pada penguasaan seni pahat.
            ‘Skill ini tidak seharga sepeserpun.
Weed duduk di depan pejaga toko.
“Sekarang, apa yang kau cari?” tanya Si penjaga toko. “
            “Saya tertarik pada sebuah peristiwa di masa lalu. Saya diberitahu sebelumnya bila seseorang telah mengukir cahaya bulan di istana 50 tahun lalu. Saya pengen tahu jika itu benar atau tidak?” kata Weed.
            “Oh, kejadian itu! Itu merupakan kisah legendaris yang diceritakan diantara pematung. Saya juga telah mendengarnya dari seseorang pelanggan terpercaya dari lingkungan istana.”
            Weed tadinya berpikir bila mengukir cahaya bulan adalah hal yang mustahil, cerita dongeng, namun penjaga toko juga mengakui rumor yang diketahui oleh instruktur pada Aula Pelatihan.
Quest sukses!
Seorang pemahat misterius dirumorkan telah mengunjungi Istana kerajaan
Rumor yang didengar oleh instruktur memang benar-benar terjadi. Seorang pematung mengukir cahaya bulan, dan menjadi rahasia umum diantara penduduk Serabourg, namun hal itu masih menjadi sebuah teka-teki tentang bagaimana caranya mengukir cahaya bulan.

Quest reward: Kembali ke intruktur untuk mendapatkannya.

            Weed tersenyum lebar. Ini setidaknya quest sederhana dengan tingkat kesulitan terendah, E. Pada saat yang sama jika ia tidak berhasil membangun keintiman dengan penjaga toko, quest ini bisa menjadi sulit. Sekarang ia telah selesai dengan quest, lankah selanjutnya adalah kembali menemui instruktur di Aula Pelatihan dan mendapatkan hadiah.
            Ketika Weed sedang mencari saat yang tepat untuk bangkit dan pergi, Si penjaga toko yang tadinya bergulat dalam pikirannya akhirnya bicara.
            “Tapi aku belum mendengar bagaimana caranya ia mengukir cahaya bulan.”
            “Bukankah pelanggan dari lingkungan Istana memberitahumu tentang hal tersebut?”
            “Hmm..., ada yang ditutup-tutupi dalam kisah mereka. Mereka menolak untuk menceritakannya kepadaku. Mereka mengatakan bahwa Ratu Evanne dari Rosenheim, O semoga jiwanya beristirahat dengan damai, terlibat dalam peristiwa tersebut. Bisakah kau membantuku untuk mencaritahunya, sehingga rasa penasaranku dapat terpuaskan?”
Masa Lalu Pematung
Rumor menyatakan bahwa Ratu Evanne terlibat dalam peristiwa yang terjadi ketika seorang pemahat menghadirkan dirinya dan memahat cahaya bulan. Sang penjaga toko penasaran tentang hubungan apakah yang terjadi diantara mereka berdua.
Tingkat Kesulitan: E
Peringatan: Bila anda diketemukan sedang menyelidiki rumor tersebut anda akan bermusuhan dengan Royal Knight

 Tangan terkepal Weed bergetar saking senangnya.
            ‘Ini serial quest.’
            Bahkan jika tingkat kesulitan quest sangat rendah, tingkat hadiah quest bisa melesat naik untuk kasus serial quest. Semakin banyak tahap yang dilewati, maka quest pun menjadi semakin sulit, sehingga banyak serial quest cenderung menjadi lebih sulit bagi Weed untuk menyelesaikannya dengan levelnya saat ini. semua yang bisa Weed lakukan ialah quest yang terbatas dalam ruangan, bertanya dan mengumpulkan info dari orang-orang disekitar.
            “Saya masih belum siap, saya takut saya mungkin tidak mampu memenuhi permintaan anda,” kata Weed.
            “Aku yakin kamu mampu untuk tugas ini. Kehati-hatianmu akan mengantarkanmu pada jalan yang aman,”ucap penjaga toko.
            “Jika anda mengatakan demikian. Maka saya rela mengambilnya,” kata Weed.
Anda Menerima Quest
            “Terima kasih, teman. Seorang penyair/penyanyi (bard) yang mempelajari kisah kuno dan gosip jalanan ialah orang yang harus kamu tanya tentang Ratu Evanne. Berhati-hatilah! Masalah ini sangatlah sensitif, kau seharusnya tidak menyebabkan masalah yang mungkin dapat mencemarkan nama baik keluarga kerajaan.”
            Menahan dorongan untuk segera menyenandungkan sebuah lagu, Weed langsung menuju sebuah bar di seberang jalan.
            “Selamat siang.”
            Membalas salam dari seorang pramusaji, Weed celingukan mencari seorang penyair. Ada beberapa kondisi yang perlu ditemui. Pertama, ia memperhitungkan penyair yang bukan seorang pengguna ketika ia mencari orang yang tepat. Mustahil bila ada pengguna yang pernah mendengar sebuah peristiwa yang terjadi di istana kerajaan setengah abad sebelumnya. Weed akan merasa lebih baik bila mampu menemukan seorang penduduk asli Serabourg, kemungkinan yang berusia tua. Apakah ia bisa menyanyi balada dengan baikatau tidak, seorang penyair tua dapat diandalkan pada saat urusan menggosipkan sesuatu. Weed berhanti di beberapa bar hingga ia menemukan penyair yang sesuai kriterianya. Seorang penyair setengah baya berumur empat puluhan, berpengalaman dengan pesona dan darah mudanya.
            Menepuk kedua tangannya, Weed mendekatinya.
            “Terima kasih atas balada yang indah , Pak. Maaf mengganggu, tapi saya ingin bertanya padamu beberapa hal...Apakah anda tahu tentang apa yang terjadi 50 tahun yang lalu di lingkungan istana Kerajaan Rosenheim?”
            Penyair tersebut mengulurkan tangannya. Weed paham arti tersirat dari gerakan ini. Dia tiba-tiba mengerutkan kening , mulutnya bergetar dengan perasaan berat tak tertanggungkan bahwa ia tidak akan kehilangan se penni pun.
            “Anda memiliki suara yang menawan. Saya menghargai bakat anda, baik dalam menulis kata-kata maupun musik untuk balada tadi. Dan juga, skill anda dalam memainkan instrumen sangat mengesankan.”
            “...”
“Saya yakin anda mematahkan hati banyak gadis Serabourg ketika anda masih muda dulu bersinar di puncak karir anda. Tentu saya tidak ragu bahwa anda masih bisa mencuri hati perempuan. Bagi penyair, petualangan dan asmara adalah segalanya. Saya juga mencintai asmara.”
Tangannya yang terulur tida bergeser.
Si penyair membentak, ”Aku muak dan lelah dengan pujian murahan dari orang sepertimu orang asing. Tunjukkan uangnya atau menyingkir dari hadapanku!”
Sesaat Weed bingung hendak berbuat apa.
Apakah saya harus meninggalkan quest ini di tengah jalan? Setidaknya quest tidak memberiku hukuman jika aku memutuskan untuk berhenti. Tapi ini mungkin akan memberiku hadiah yang bagus nantinya, dan aku akan benci kehilangan kesempatan ini.’
            Tangan Weed masuk ke dalam kantungnya mengeluarkan koin sebelum menyadari kesalahannya.
            ‘Dua perak!’
            Terdapat 2 koin perak di sakunya, semua uang yang instruktor berikan padanya sebagai uang pegangan untuk quest sebelumnya. Si penyair merebut koin perak dari tangan Weed. Ini merupakan kesalahan dasar yang ia lupakan untuk menukarkan uangnya menjadi koin yang lebih kecil sebelumnya.
            ‘Aku tak percaya aku membuat kesalahan yang bodoh!’
            Tubuh Weed bergetar dalam kesedihan dan kesulitan.
            “Huh, ini merupakan rahasia yang tidak boleh kau bocorkan,” bisik Si penyair tersebut. “ Ratu Evanne dan pematung tersebut sudah berada dalam kondisi yang intim semenjak kanak-kanak.”
            “Apa maksudmu dengan kondisi yang intim?” tanya Weed.
            “Kau idiot! Aku tidak tahu lagi kondisi yang intim yang cocok antara pria dan wanita-mereka saling mencintai.”
            “Aku sekarang paham.”
            Weed sekarang menyadari alasannya bahwa mengapa rumor yang telah ia dengar harus tetap menjadi rahasia di lingkungan istana.”
            Mengingat bahwa nama bersih ratu telah disebut-sebut dalam masalah skandal, Royal Knight siap sedia membungkam siapapun dengan cara apapun untuk menjaga kehormatan ratu tetap terjaga. Si penyair melirik sekelilingnya dan menambahkan secara hati-hati, “Mereka dilahirkan di desa yang sama dan tumbuh dengan memikirkan satu sama lainnya. Nama anak itu Zahab. Gadis itu selalu membawa ornamen yang terukir dan diberikan oleh Zahab ketika ratu masih kecil, dengan mimpi kelak dia akan menjadi istrinya suatu saat nanti. Tapi takdir ternyata berkehendak lain! Gadis tersebut terpilih menjadi pelayan istana dan anak laki-laki itu meninggalkannya. Namun mereka telah mengikat sebuah janji.”
            “Janji apa kalau boleh saya tanya?” tanya Weed penasaran.
            “ Zahab berjanji untuk menunjukkan pada gadis itu patung yang terindah di bawah langit.”
            “Aku pikir janji itu tidak terpenuhi. Ratu mestinya memiliki banyak patung besar yang indah dan megah  di sekelilingnya.”
            “Tidak, Zahab menepatinya. Beberapa tahun kemudian, Zahab menghadirkan dirinya sendiri sebagai tamu di istana kerajaan. Dikatakan bahwa saat memandang karyanya, ia sangat tersentuh, dan mengatakan itu adalah makhluk yang terindah di bawah langit.”
            “For Freya sake, lalu patung apa itu? Apa yang dia persembahkan pada Ratu Evanne? Seorang ratu tidak akan mudah menghargai suatu patung biasa.”
            “Betul, silakan kunjungi pelayan ratu yang menyaksikan peristiwa tersebut, dan dengarkan sisa ceritanya. Hanya ini yang bisa aku beritahukan padamu karena aku juga mendengarnya dari orang lain.”
            “Apakah dia masih hidup?”
            “Ya.”
            Sang penyair memberitahukan Weed ke arah mana rumah pelayan ratu tersebut. Weed pun mengunjunginya. Ia telah pensiun sebagai seorang wanita tua, dan saat Weed menyebutkan Ratu Evanne dan Pematung Zahab, ia memberikan sambutan hangat.
            “Yang mulia adalah sosok perempuan yang sangat berbudi luhur dan ramah. Jadi anda ingin mendengar apa yang terjadi saat itu?”
            “Yes. Ma’am.’
            “Engkau telah menemukan orang yang tepat untuk bertanya. Saya secara pribadi melayani yang mulia Ratu Evanne. Dia awalnya membenci Master Zahab saat ia berkunjung ke istana.”
            “Mengapa begitu, kalau saya boleh tahu?”
            “Itu adalah janjinya. Saat mereka masih muda, mereka membuat janji. Sebuah janji yang Master Zahab akan mempersembahkan Yang Mulia dengan patung terindah di bawah langit. Namun ketika dia menampakkan dirinya di istana, dia hanya membawa sebilah pedang, bukan pisau pahat. Di depan semua yang hadir ia terlihat seperti seorang pendekar pedang yang mahir dalam berpedang. Engkau seharusnya menyaksikan sendiri betapa sedihnya Yang Mulia. Tak bisa dijelaskan betapa sedihnya! Yang Mulia sangat percaya pada Master Zahab bahkan bila dunia terbalik, dia akan tetap sama, abadi. Dan spertinya janji diantara mereka suci.”
            “...”
            “Pada hari itu, Kerajaan Brent yang berbatasan dengan Rosenheim, mengirimkan sekelompok Assassin. Mereka menyiratkan ambisi berbahaya untuk menguasai kerajaan kita, dan hanya Freya yang tahu betapa terkejutnya aku ketika Asassin menyerbu dan menyerang Raja dan Ratu di taman.”
            “Mereka bajingan busuk.”
            “Betul pengelana muda, kau bisa mengatakannya demikian. Dua orang Royal Knight terjebak dan tak dapat menahan mereka lebih lama lalu kita yang tersisa terpaksa menghadapi kematian. Pada saat itu, Master Zahab berjalan menuju taman istana. Seperti yang kamu lihat, tepat ditengah pertarungan, Yang Mulia Ratu memperingatkan dan memerintahkannya untuk pergi, namun Master Zahab hanya tersenyum...”
            “Dia tersenyum di tengah-tengah situasi berbahaya seperti itu?”
            “ ...dan dia mengatakan bahwa dia akan menunjukkan padanya patung paling indah yang pernah ia pahat di bawah langit. Yang membuat semuanya terkejut, cahaya bulan hancur berkeping-keping di pedang Master Zahab. Keindahannya benar-benar mengejutkan. Dia menyanyikan lagu sambil mengukir cahaya bulan. Aku tidak bisa mengingat kata demi kata liriknya, namun judulnya ialah ‘Hati Seorang Pemahat’. Sambil mendengarkan  lagu, Yang Mulia menangis. Itu benar-benar patung paling indah yang pernah Yang Mulia lihat. Master Zahab hanya menuliskan namanya pada sebuah papan kasar, tapi aku beritahu padamu bahwa pemandangan yang ia ukirkan pada cahaya bulan benar-benar tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Para Assassin kabur pada pemandangan yang tak tergambarkan, dan Master Zahab menepati janjinya. Beberapa tahun berlalu namun aku masih mencintai memori menyentuh itu.”
            Kemudian sebuah kilas balik misterius ditayangkan di depan mata Weed.
*Suara meraut kayu*
            Seorang anak laki-laki memegang sebuah pisau ukir kecil di tangannya. Saat pisau ukir memotong ke atas dan ke bawah, sepotong kayu berubah menjadi sebuah bentuk. Kelihatannya ia mengukir seorang gadis. Gadis kecil yang imut. Melalui kemampuannya sepotong kayu tersebut terlihat bernyawa. Seorang gadis, mukanya menjadi kemerah-merahan sampai ke telinga sedang memperhatikannya. Tangan anak itu menggerakkan pisau ukir dan terlihat serius. Gadis itu sangat mencintainya apa adanya. Segera setelahnya anak itu menyerahkan patung itu kepada sang gadis. Patung itu terlihat mirip dengan gadis tersebut.
            “Untuk saat ini, aku hanya bisa mengukir sepotong kayu, tapi suatu saat nanti aku akan memberikanmu patung terindah di dunia.”
            “Terima kasih Zahab, aku akan menantikannya.”
            Anak laki-laki dan gadis itu pun saling berjanji dan bergandengan (emang truk 8D) tangan.
           


            Ketika gadis itu tumbuh, kecantikannya semakin mekar. Dia didatangkan atas perintah Sang Raja dan akhirnya menjadi seorang ratu. Namun gadis itu tidak tampak bahagia. Yang Mulia Ratu masih tidak senang saat Zahab datang kembali mengunjungi dirinya. Zahab membawa sebilah pedang bukan pisau ukir. Berjalan sendirian di taman istana, Yang Mulia Ratu mencengkeram tangkai mawar yang berduri. Telapak tangannya berdarah semerah batu rubi.
            “Kenapa kau melupakan janji kita? Janjimu segalanya untukku...”
            Yang Mulia Ratu kecewa atas pengingkaran janji tersebut. Pada malam itu assassin menyerbu istana. Tetangga yang selalu bermusuhan telah mengirimkan pembunuh bayaran. Knight Kerajaan Rosenheim tumbang satu persatu, jatuh putus asa. Raja dan Ratu takut pada kematian yang mengancam dan tak terelakkan. Zahab memegang pedangnya dan cahaya bulan mulai menari.
Quest Sukses!
Masa Lalu Pematung
Janji antara anak laki-laki dan gadis itu telah ditepati. Cahaya bulan kebiru-biruan menyebar menjadi potongan-potongan kecil sebagai gantinya mengalahkan assassin. Pengukir cahaya bulan Zahab- penguasaan pematungnya telah mencapai tingkat master, mempersembahkan patung terindah pada teman sepermainannya.
You Leveled Up!
You Leveled Up!
            Yang mengejutkan, level Weed naik 2 kali hanya karena satu quest. Namun bukan hanya itu saja. Sebuah message window muncul di depan Weed. Yang mengejutkannya lagi, message window tersebut merupakan window perubahan profesi.
Perubahan Profesi!
Anda dapat berganti menjadi profesi rahasia Moonlight Sculptor (Pemahat Cahaya Bulan). Apabila anda menerimanya, anda dapat mempelajari skill ekslusif yang berbeda dari kelas profesi utama yang telah ada.
Apakah anda ingin berubah menjadi Moonlight Sculptor?

            Tak terhitung pengguna yang akan memperbincangkan tentang penemuan profesi rahasia di Royal Road, namun kurang dari seperseribu yang benar-benar mampu menemukannya. Weed menjawab, “Aku menolak.”
Silakan konfirmasi keputusan anda. Anda dapat mengkonversi menjadi profesi rahasia Moonlight Sculptor. Apakah anda ingin ganti?
            “Ditolak.”
            Bagi Weed, terjebak di kolong kloset  dan membuat patung yang tak diharapkan tidaklah pantas. Ia mengakui bila menjadi seorang pemahat bisa saja menjadi profesi yang cukup menarik jika dilatih dengan baik. Namun ia memerlukan profesi yang menguntungkan secara profesional demi kepentingan pribadi. Ketika Weed tersadar Sang pelayan tua sedang memperhatikannya sedari tadi.
            “Itu tadi cerita yang sangat luar biasa, terima kasih nyonya.”
            “Sama-sama. Senang menceritakan padamu kisah mereka seperti ini. Jadi, pengelana muda, aku ingin memberimu hadiah kecil. Maukah engkau menerimanya?”
            Tidak baik rasanya menolak pemberian orang. Weed tidak begitu kejam seperti menolak pemberian apapun yang ditawarkan padanya. Seorang pria harus menerima hadiah dengan rasa hormat.
            “Saya dengan senang hati menerimanya, Bu.”
            Pelayan wanita tua tersebut mengambil sesuatu dari dalam laci. Benda tersebut bentuknya menyerupai sebuah pisau bedah (scalpel) kuno.
            “Pisau ukir ini dulunya milik dari Master Zahab. Dia meninggalkannya untuk Yang Mulia Ratu, dan aku kebetulan menyimpannya sampai sekarang. Dan ini adalah patung kayu yang diukir oleh Master Zahab. Ambillah.” Kata pelayan tua tersebut.
            “Saya akan selalu menghargai hadiah yang manis ini,” kata Weed sambil menerima 2 item darinya.
Item: Pisau Ukir
Item: Warisan Zahab
            Weed telah memikirkan tentang item ini, karena benda-benda tersebut telah ditinggalkan oleh Zahab, seorang master dalam seni ukiran yang jarang ditemui. Patung kayu tersebut bahkan terlihat berkelas ketika dilihat sekilas saja.
            “Tolong simpan baik-baik pisau ukir Master Zahab.”
            “Yes, ma’am.”
            Weed memperkirakan bila pisau ukir ini bisa dijual dengan keuntungan yang besar. “Patung kayu tersebut akan menunjukkanmu tempat dimana Master Zahab tinggal berada. Aku harap penguasaan ukirannya tidak akan musnah selamanya.”
            “Saya harap demikian, Bu.”
            “Bila saja aku bisa memperdengarkan lagu saat itu... Segala tentang penguasaan ukiran tersembunyi di dalam pisau ukir tersebut.”
            “Maaf?”
            “Dalam pisau ukir Master Zahab itu.”
            Saat Weed memperhatikan pisau ukir pada kata-kata pelayan tua tersebut, ia berfirasat jika takdir telah mendekat.
Ikuti Permintaan Terakhir Zahab
Zahab tidak meninggal saat itu. Ia pergi menuju sisi benua yang jauh untuk menguji penguasaan ukirnya. Setelah anda sukses dalam penguasaan ukiran, anda harus menemukan Zahab untuk mempelajari lagu berjudul “A Sculptor’s Heart” darinya. Lalu anda harus kembali kemari dan menyanyikannya pada wanita pelayan tua ini. Zahab terakhir terlihat sedang menuju di kawasan Graypass.
Tingkat kesulitan: A

Syarat Quest:
Harus diselesaikan sebelum wanita pelayan meninggal dunia. Pembatalan tidak diperbolehkan.

Hadiah:
Anda mempelajari Item Identification Skill (Skill mengidentifikasi barang), Repair Skill (Skill Memperbaiki barang), dan Handicraft Skill (Skill kerajinan tangan).
            Suatu serial quest dengan tingkat kesulitan A, menghadiahkan 4 skill. Weed tidak mengerti apakah ia beruntung ataukah tidak. Satu hal yang ia ketahui bahwa sangat sulit untuk mendapatkan skill yang tidak ada hubungannya dengan profesinya sendiri. Skill semacam identification dan repair skills, yang ia dapatkan tanpa berubah menjadi profesi Sculptor, bisa berguna dalam berbagai hal. Namun quest level A masih jauh melampaui kemampuannya dalam waktu yang lama, mungkin beberapa tahun ke depan.
            Level rata-rata pengguna Royal Road sekarang adalah 100 ke atas. Level tertinggi untuk saat ini adalah awal 300-an. Tingkat kesulitan quest yang memerlukan party yang berkekuatan seimbang pada level 300-an untuk diselesaikan diketahui untuk level-B. Ini berarti Weed baru saja menerima quest yang tidak peduli ketika ia mencapai level 400 ia takkan mampu mengatasinnya, apalagi menyelesaikannya. Itu saja pun tidak cukup, kawasan Graypass ialah kawasan paling berbahaya dari yang berbahaya yang ada, dihuni oleh monster-monster paling kuat. Salah satu 10 kawasan paling terlarang di benua. Dimana anda dijamin akan ditebas menjadi potongan kecil ketika kamu melangkah masuk ke dalamnya.
            ‘Sialan!’
Jumlah quest yang bisa disimpan pengguna pada saat yang sama hanya tiga. Sekarang salah satunya telah diambil oleh Ikuti Permintaan Terakhir Zahab, Weed hanya menyisakan 2 tempat kosong untuk quest lainnya.
Namun dalam kasus quest berantai, tidak dapat diprediksikan hadiah apa yang menunggu pengguna pada ahirnya. Quest berantai ini mengenalkan profesi pada tahap kedua. Bahkan setelah ia menolak untuk mengkonvertnya, ia telah diberikan 4 skill praktis. Bayangkan saja hadiah apa yang menunggu pada tahap akhir nantinya. Weed tidak mengatakan tidak pada kesempatan yang baik ini. namun masih tidak diketahui kapan dan bagaimana ini dapat diselesaikan. Dia sudah mengatakan selamat tinggal kepada wanita pelayan tua, dan kembali ke toko ukiran.
“Oh Master Weed, saya menghargai kerja kerasmu demi membawa hasil padaku dengan cepat. Saya sekali lagi yakin bahwa itu ialah keputusan yang tepat untuk mempercayakanmu dengan quest ini,” kata penjaga toko.
Penjaga toko memberi Weed uang untuk permintaannya. Weed menerima 2 koin perak, mengembalikan sebuah koin perak yang dirampok oleh si penyair. Ketika ia kembali ke Aula Pelatihan, ia menerima 1 koin silver lagi bersama dengan kat-kata pujian dari instruktur. Sehingga sejauh ini sudah 5 koin perak yang ia dapatkan. Levelnya juga meningkat 2-3 kali. Ia mendistribusikan bonus stat yang ia terima secara seimbang pada dexterity dan strength.
“Mengapa kamu tidak mengambil quest lainnya?” dia menanyakan pada dirinya sendiri. Weed bergulat dengan godaan yang tiba-tiba, namun ia mengambil pedang kayu lagi. Suatu quest yang tidak diungkap pada publik seperti dirinya tidak mudah ditemui, dan oleh sebabnya Weed mendapatkan hadiah yang banyak untuk levelnya.

====================================END================================== 

Rabu, 24 April 2013

Posted by corona On 23.18

Instructor's Request


     Weed first walked to the fountain and filled his canteen with water, and then he headed for the sculpture shop. It was Weed’s first trip down the street, and it was crammed with users and NPCs.

“We need a cleric at level 17 or above”
“Hey, guy! We’re going to raid on Cave Lasok. Anyone want to join us?”

Plenty of users were on the street, but none of them gave a passing glance at Weed. He didn’t mind it though. Wandering around in a traveler’s outfit, deprived of even a breastplate, revealed that he has yet to meet the minimum requirement of four week’ game play before he could leave the Citadel.
Among the innumerable stores that operate in the capital of Rosenheim Kingdom, the sculpture shop holds a special position.
Most ordinary adventurers can barely recall where the sculpture shop is located because if was meaningless to them. Only an extremely small number of users who learned the Sculpture Art visit periodically. But the sculpture shop stands right next to the jewelry store on Central Avenue, and is one of the few frequently visited shops by the noblewomen.
*Chime*
Weed entered the sculpture shop.
“Welcome to—what brings you here, stranger?”
The shopkeeper was receiving a new customer with a gentle smile, until he saw Weed’s outfit at that point, he suddenly changed the tone of his voice.
Weed looked around the shop, only to find that there was no other customer except for him. A blacksmith’s workshop or a grocery store is always full to the limit of occupancy, but the sculpture shop only entertains a few customers a day, if any.
If comparing daily revenues, however, the sculpture shop does lag behind the blacksmith’s workshop. In other words, the sculpture shop sells pretty expensive merchandises.
Weed adjusted his collar and asked politely,
“I have come here to find an answer to the question which troubles me so dearly, sir.”
“So you want to ask me a question, stranger?”
“Yes, sir. If you could spare me a second”
“I am busy right now, please leave”

The shopkeeper rejected him right away, sounding very annoyed. As Weed’s fame was zero, and they were unacquainted, the shopkeeper had every right to chase him out of the shop.
“Yes, sir. I will see you later”
“Goodbye” said the shopkeeper.

Weed was taking his time to retreat to the doorway. Then, he casually shot a glance at the statues that were on display.
“How grand!”
Weed exclaimed
“The grandeur of this statue fascinates my soul. Do you supply this to the Rosenheim Court?”
The shopkeeper could not help but lend an ear to Weed.
“Which one are you talking about, stranger?”
“This two-headed eagle made of pure gold. I dare not guess which master carved this, but I can sense the excellence of his workmanship. It is dignified beyond dispute. It is so full of life that I almost mistook it for a real eagle, and I am blessed in visiting the place. This store deserves this class of item. They have opened my humble eyes to a heavenly beauty descended to Earth”
Whether or not the shopkeeper realizes, his mouth was forming a horizontal crescent. “Are you interested in sculptural art, traveler?”
“I daresay I am—I am only wishing to feel peace of mind at the sight of outstanding statues, and my soul craves to be even a small part of the magnificent spirit embodied in them”
“Come over and sit down. You may be good company to arouse me from boredom”
“Thank you, sir”
“Would you like a cup of tea?”
“Only if you’re kind enough of offer me cold honeyed water. I will be satisfied with a cup of cold water”
“Sure! Of course I have it”

Weed drank the honeyed water blended by the shopkeeper, which soothed the exhaustion that he had accumulated over the last three weeks.
“Now tell me what has been troubling you so much.” The shopkeeper said.
“Yes, sir. But can you please forgive me for asking for a brief tour of these statues on display before everything else? I have business that demands your guidance, yet it is less urgent that comforting my poor soul that wants to have a good look at these masterpieces of art” Weed said.
“You may look at them for as long as you wish. Isn’t it the raison d’être of fine statues to please those who appreciate their value?” The shopkeeper consented with a content smile.
Weed felt that it had won his goodwill, one scarcely disturbed by visitors and away from public attention. Suppose that you asked to look at various items in a grocery store—the next second you would be kicked out.
Weed relished the statues on display at leisure. But he had his own agenda. “I doubt sculpture mastery will make a pile of money.” The most expensive statue that is currently present is worth 30 silvers. The quality statues are made of stones or rare wood, and in spite of the impressive workmanship, the materials themselves were not costly in the first place. They were nothing more than wooden carvings, or engraved stones.
Weed knew that there would be money if he could create a gigantic lion statue or bronze status, but he wasn’t fooled by the possibility that was so far off. What kind of nobleman with so much money would order a new statue every year? He needed to reach the top of the ladder in order to do really well as a sculptor. Little competition guaranteed that it wouldn’t need too much effort to become the best in the industry.
Still, it was a niche market, too small to count on. The guaranteed way to make a fortune was to target other users as potential consumers. They were always leveling up and demanding better equipment, so on and so forth.
Fire weapons, strong equipment enchanted bracelets and rings were popular among users, but statues were valueless to them except in rare instances.
“Waste of time, waste of money”
Weed’s primary purpose for starting this game was to make money, with a capital M. He looked around the display for the last time and passed his verdict on sculpture mastery.
“The skill is worth a dime in a dozen” Weed sat down across from the shopkeeper.
“Now, what are you looking for?” The shopkeeper asked
“I am interested in a past event. I was told that someone had carved the moonlight in the Royal Palace fifty years ago. I would like to know if there’s any truth of that event” Weed said.
“Oh that event! It is legendary tale that has been passed down among the sculptors. I also heard it from some trustworthy patrons from the Royal Court”
Weed had thought that carving the moonlight was impossible, another urban legend, but the owner of the sculptor shop also knew the rumor that the instructor at the Training Hall had claimed to have heard.
Quest Complete!
A Mystery Sculptor who is rumored to have visited the Royal Palace.
The rumor that had reached the instructor’s ear really took place. A sculptor carved the moonlight, and it was widely, yet secretly, known amongst the Serebourgians, though it remained an enigma how he carved the moonlight.
Reward: Return to the instructor to claim it.
Weed grinned broadly. This was, after all, a simple quest with the lowest difficulty level E. At the same time, unless he had succeeded in making friends with the shopkeeper, it could have turned out tricky.
How that he was done with the quest, the next move was to return to the Training Hall and earn a reward from the instructor. As Weed was looking for the right moment to say his farewells and leave, the shopkeeper, absorbed in thought, finally spoke out.
“I have not heard how he carved the moonlight”
“Did the patrons from the Royal Court not tell you about it?”

“Hmm, they always omitted it in their tale. They refused to tell me about it. They said Queen Evane of Rosenheim, O may her soul rest in peace, was involve in the event. Can you do me a favor and look into this, so that my curiosity shall be gratified?”
The Sculptor’s Past
The rumor has it that Queen Evane was involved in the event when the sculptor presented himself in the Royal Palace and carved the moonlight. The shopkeeper of the sculpture shop wondered what link existed between the two of them.
Difficulty Level: E
Warning: If you are found to be investigating the rumor in question, you will be exposed to hostility from Royal Knights.
Weed’s clenched fists were shaking in excitement. “This, it’s a serial quest”
Even when the difficulty level of a quest is awfully low, the level of rewards shoots up in case of serial quests. The more stages you complete, the more difficult the quest becomes, and so most serial quests are likely to make it highly difficult for Weed at his current level to solve.
The only quests that Weed could complete are the ones that are inside the Citadel, asking around and gathering information from people.
“I am still incompetent. I am afraid I may not be worthy of your request” Weed said.
“I am certain you are up to this task. You prudence shall lead the way to safety” The shopkeeper replied
“If you say so, I will take it willingly” Weed said.
You have accepted the quest.
“Thank you traveler. A bard with knowledge in ancient tales and street gossip is the one whom you should ask about Queen Evane. Beware! This matter is very sensitive, so you should not cause trouble that might lead to any defamation of the Royal Family”
***
Keeping down a sudden impulse to hum a tune, Weed headed straight to a pub across the street.
“Good afternoon” Returning the greeting from a waitress, Weed looked around in search of a bard. There were a few conditions to meet. First, he counted the bard users out when he looked for the right man. It was a long shot that any user had ever heard of an event that had happened in the Royal Palace half a century before. Weed would be better off to find a Serabourgian native, possibly an elderly.
Whether he could sing ballads favorably or not, an old bard was reliable when it comes to worldly gossip. Weed stopped by several pubs until he found a bard who lived up to his expectations. It was a middle-aged bard in his forties, experience buy with both charm and youth. Clapping both hands, Weed approached the bard.
“Thank you for a fine ballad, sir. Forgive me for interrupting you, but I want to ask you a few questions… Do you know what happened fifty years ago in the Royal Court of Rosenheim?”
The bard’s thrust his palm out and Weed could not miss what this gesture implied. He frowned immediately, his mouth twitching with a grave sense of responsibility that he would not waste a penny.
“You sure have a charming voice. I appreciate your talent in writing both the lyrics and the music for that ballad. Also your skills in the instrument were more than impressive…”
“…”
“I bet you broke the hearts of many Serabourgian ladies back when you were a young ray of sunshine at the peak of your career. Of course, I do not doubt that you are still stealing ladies’ hearts… For a bard, adventure and romance is everything. I also love romance”
The palm didn’t go away, and the bard snapped, “I’m sick and tired of cheap compliments from the likes of you, foreigner. Show me the money, or get lost”
Weed was momentarily lost.
“Do I just give up the quest in the middle? Anyway, the quest doesn’t penalize me even if I decide to drop out. But maybe it would give me sweet rewards later, and I would hate to miss out on them”
Weed’s hand slipped into his pocket and fished out a coin before he realized his mistake. Two silvers! There were two silver coins in his pocket. That was everything that the instructor had given him as a retaining fee for the previous quest.
The bard seized the silver coin from Weed’s palm.
It was a basic mistake that he had forgotten to exchange his money into smaller coins in advance.
“I can’t believe I made such a silly mistake!” Weed’s body shook in distress and grief.
“Hmph, this is a secret, so you must keep it to yourself” The bard said under his breath “Queen Evan and the sculptor had been on intimate terms since they were children”
“What do you mean by intimate terms…?” Weed asked
“You fool! I know nothing else for intimate terms between a man and a woman—they loved each other”
“Point taken” Weed now realized why poking his nose into the rumor had to remain a secret from the Royal Court.
Given that the former Queen’s sacred name was mentioned in that scandalous matter. Royal Knights would be willing to silence anyone at any cost to keep her honor intact.
The bard glanced around the pub and added cautiously “They were born in the same village, and grew up bearing each other dearly in mind. They boy’s name was Zahab. The girl was always carrying ornaments carved and given by him when she was a child, with a dream that she would become his wife someday. But Destiny played tricks on them! The girl was chosen to be the Royal Maid and the boy left her. But in the end, there was a promise between them”
“What promise, if I may ask?” Weed asked, now curious.
“Zahab promised to show the girl the most beautiful statue under heaven”
“I guess it was not kept, then. The Queen must have a great number of beautiful, magnificent statues in her place”
“No, he kept it. Many years later, Zahab presented himself as a quest to the Royal Court. It was said that, at the sight of his work, she was most touched, saying it was the most beautiful creature under heaven”
“Then, what statue, for Freya’s sake, did he present to Queen Evane? A Queen doesn’t easily cherish an ordinary piece”
“True. Pay a visit to a lady’s maid who witness the day, and hear the rest of the story. This is as far as I can tell you because I also heard it from someone else”
“Is she still alive?”
“Yes” The bard told Weed the way to the house of the lady’s maid.
Weed went to visit her. She had retired, and when he mentioned Queen Evane and the sculptor, she gave him a joyous welcome.
“Her Highness was very virtuous and gracious lady. So do you want to hear about what happened back then?
“Yes, ma’am”
“You have found the right person to ask. I personally served Her Highness. She first resented Zahab-nim when he visited the palace.
“Why so, if I may ask?”
“It was his promise. When they were young, they made a promise, a promise that Zahab-nim would present Her Highness with the most beautiful statue under heaven. But when he appeared in the palace, he was carrying a sword, not an engraving knife. To the eyes of everyone, he looked like a fine swordsman who was proficient in the sword. You should have seen how heartbroken Her Highness was. It was indescribable! Her Highness so believed in Zahab-nim that even if the world turned upside down, he would be the same eternally, and likewise, the promise between them was divine”
“…”
“On that day, Brent Kingdom, which bordered on Rosenheim, dispatched a band of assassins. They revealed a treacherous ambition to seize our Kingdom, and Freya only knows how shocked I was when assassins stormed in and assaulted Her and His Highness in the garden”
“Those wicked scoundrels!”
“Yes, young traveler, you can say that again. A couple of Royal Knights were trapped, thus incapable of holding them in check—and we were left to face death. At that very moment, Zahab-nim walked into the garden. As you can see, right in the middle of fighting, Her Highness warned him and ordered him to leave. But Zahab-nim only smiled—”
“He smiled in the middle of such a dangerous situation?”
“—and he said he would show her the most beautiful statue that he had ever carved under heaven. To everyone’s surprise, the moonlight shattered into pieces at Zahab-nim’s sword. Its beauty was really striking. He was singing a song while he carved the moonlight. I cannot remember the lyrics word by word, but the title was A Sculptor’s Heart. Listening to the song, Her Highness was overflowing with tears. It was really the most beautiful statue Milady had ever seen. Had Zahab-nim only inscribed his name on a crude plank, but Her Highness would have taken it for the most beautiful sculpture in the world, but I tell you, the sight he was carving with the moonlight was literally heavenly. The assassins scattered at the inconceivable sight, and Zahab-nim kept his promised. Many years since gone, but I still cherish that moving memory.”
Then, a mysterious flashback flittered before Weed’s eyes
***
*Whittle*
A boy is holding a tiny engraving knife in his hands
As the engraving knife slides up and down, a piece of wood is shaping into a form
It seems he is carving a maiden
A little, lovely maiden
Through his craftsmanship, the piece of wood is endowed with life
A girl, blushing up to her ears, is watching him
The boy’s hand moving the engraving knife, and his serious look
The girl loves him, everything about him.
Soon the boy hands her the complete statue. It looks so much like the girl.

“For now, all I can do is carve a piece of wood. But someday, I will give you the most beautiful statue in the world”
“Thank you Zahab. I’m looking forward to that day”
The boy and girl make a promise with each other, hand in hand.
***
As the girl grows up, she blossoms in beauty.
She caught the eyes of the King. She eventually became Queen. But the girl is not happy at all.

Her Highness is still unhappy the day Zahab comes back to see her.
Zahab carried a sword, not the engraving knife.
Talking a walk alone in the garden, Her Highness gives way to fit of passion and clutches a thorny rose. Her palm bleeds with ruby red blood.

“Why did you forget our promise? Your promise was everything to me…”
Her Highness grieved over the broken promise.
That evening, the assassins raid the palace.
Brent Kingdom, a hostile neighbor as always, has sent assassins.

Knights of Rosenheim Kingdom collapse one after another.
She and His Highness are fearful of their imminent and inevitable death.
Zahab clutches his sword, and the moonlight begins to dance.

Quest Complete!
The Sculptor’s Past
The promise between the boy and the girl was honored. The bluish moonlight shattered into pieces, which in turn defeated the assassins. Moonlight Sculptor Zahab—His Sculpture mastery has reached the stage of a Master. Presenting the most beautiful statue to his childhood friend.
You have leveled up!
You have leveled up!
To Weed’ surprise, two levels went up for a single quest, and that wasn’t the end of it. A message window popped up. To his surprise once again, it was a class conversion window.

Class Change!
You can convert to a secret class Moonlight Sculptor. If you accept it, you can learn exclusive skills for the class that are withheld from the primary classes.
Do you want to convert to Moonlight Sculptor?

An infinite number of users are bustling about to discover secret classes in Royal Road, but fewer than one out of a thousand actually discovers one.
Weed answered, “I refuse”

Please confirm your decision. You can convert to a secret class Moonlight Sculptor.
Do you want to convert to Moonlight Sculptor?

“I refuse”
To Weed, being stuck in the corner of a closet and making unwanted statues wasn’t considerable. He had to admit that being a sculptor could make quite an amusing class if properly trained. But he needed a financially lucrative class for his personal gain. When Weed came to his senses, the old lady’s maid was watching.
“It was a wonderful story. Thank you very much, ma’am”
“You’re welcome. It’s my pleasure to tell you their story like this. So, young adventurer, I want to give you a small present. Will you please take it?”
Wouldn’t it be unkind to reject a present out of goodwill? Weed was not so cruel as to decline anything offered to him. A man should accept any present with gratitude.
“I will gladly take it, ma’am”
The old lady’s maid took something bundled up from deep inside a drawer. It resembled an ancient scalpel.
“This engraving knife used to belong to Zahab-nim. He left it to Her Highness, and I happened to keep it now. And this wooden statue is carved by Zahab-nim. Please take these” The lady’s maid said.
“I shall long treasure your present” Weed said.
He received two items from her.
You have received Engraving Knife
You have received Zahab’s Legacy.
Weed thought that these items were uncommon as they were left by one of the Masters of Sculptural Art. Even the wooden statue looked classy at a casual glance.
“Please keep Zahab-nim’s engraving knife with great care”
“Yes, ma’am”

Weed calculated that this might sell and make good profit.
“The wooden statue will show you where Zahab-nim’s resting place is located. I hope his sculpture mastery will not be buried forever”
“I hope so too, ma’am”

“If only I could hear the song of that day again… Everything about sculpture mastery is concealed in that engraving knife”
“Excuse me?”
“In Zahab-nim’s engraving knife”
That moment Weed looked at the engraving knife. He had a gut feeling that an irresistible destiny was drawing near.
Follow Zahab’s Last Wish
Zahab did not die that day. He left for a faraway continent to test his Sculpture Mastery. Once you graduate in Sculpture Master, you should find Zahab to learn the song A Sculpture’s Heart from him. Then, you should come back here and sing it to this old lady’s maid. The tradition runs that Zahab’s was last seen heading for the Gray Pass Region.
Difficulty: A
Quest Requirement: You must complete the quest before the old lady’s maid passes away. Cancellation is not permitted.
Reward: You can learn Item Identification Skill, Sculpture Mastery, Repair Skill, and Handicraft Skill.
A serial quest with a difficulty level of A, rewarding four skills. Weed couldn’t tell if he’s lucky or not.
For one thing, he knew that it was extremely difficult to acquire skills unrelated to his own class. Those skills, such as Item Identification and Repair Skill, which he had learned without converting to the sculpture class, could come in handy in numerous ways, but an A level quest was far beyond his ability for a long time, possibly many years.
The average level for Royal Road users is currently a hundred or so. The highest ladder is in the low 300s. The difficulty of a quest that requires a balanced party of power rankers a level 300 to finish is known to be B-level.
That means Weed had just accepted a quest that requires him to be above level 400 to be able to cope with the quest, let alone finish it.
As if it were not bad enough, the Gray Pass region is the most perilous of the perilous areas, inhabited by the most forceful monsters. It is one of the top Ten Forbidden Areas on the continent, where you are absolutely guaranteed to be chopped to pieces the moment you stepped in the area.
“Dammit”
The number of quest that a user can store at a time is only three. Now that one of them was taken by the quest Zahab’s Last Wish, Weed was left with only two spaces for new quests.
But in case of serial quest, it is unpredictable what rewards await the user in the end. This serial quest introduced a secret class at the second stage. Even after he refused to convert to the class, he was given four practical skills. Imagine what rewards in the final stage would be like.
Weed wasn’t stupid to say no to a good opportunity. Yet, it remained unknown when and how this would work out.
He bid farewell to the old lady’s maid, and went back to the sculpture stop.
“O Weed-nim, I appreciate your hard work to bring me results so soon. I am once again assured that it was the right decision to entrust you with this quest” The shopkeeper said.
The shopkeeper paid Weed as a reward for the request.
Weed received 2 silver coins, recovering the silver coin that had been virtually robbed by the bard.
When he returned to the Training Hall, he received another silver coin, along with a word of commendation from the instructor. Therefore, it was a total of 5 silvers that Weed had earned so far.
He also leveled up twice, to level 3. He distributed those earned stat bonus points equally to AGI and STR.
“Why aren’t you taking on another quest?” he asked himself.
Weed wrestled with a sudden temptation, but picked up the wooden sword again. A quest that was undisclosed to the public similar to the quest he just undertook, was rare. That was why Weed earned generous rewards for his level.